<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/plusone.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://draft.blogger.com/navbar.g?targetBlogID\x3d8445800\x26blogName\x3dDigital+Think+of+Jie\x26publishMode\x3dPUBLISH_MODE_BLOGSPOT\x26navbarType\x3dBLUE\x26layoutType\x3dCLASSIC\x26searchRoot\x3dhttps://geewaq.blogspot.com/search\x26blogLocale\x3den_US\x26v\x3d2\x26homepageUrl\x3dhttp://geewaq.blogspot.com/\x26vt\x3d-4801996207808622547', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script>

Digital Think of Jie

Everything in my brain, my blood, my pulse...Blend together in this Digital Think

My First Professional Job

Desember tahun lalu, seorang temen
mengajakku untuk menangani sebuah proyek pembuatan website. Web site
sebuah toko suvenir yang cukup punya nama. Ini pekerjaan profesional
pertama bagiku. Apa artinya selama ini I'm profesional ? Ho..ho...!
Profesional disini dalam artian I'm getting paid =)

Untuk nambah2 pengalaman & uang saku tentunya, gw memberanikan diri
untuk menerima proyek ini. Karena ini pertama kalinya aku bekerja
dengan klien sungguhan, ada beberapa hal yang menjadi pelajaran
berharga buatku. Ada 3 hal utama yang saya petik dari sini :

1. Kontrak kerja

Ternyata kontrak itu penting. Sebaiknya membuat kontrak yang isinya
memuat batasan2 yang jelas antara apa yang dikerjakan dan apa yang
tidak. Kontrak -dalam bayangan saya, yah..kira2 seperti proposal yang
kita ajukan untuk Tugas Akhir. Bila tidak ada kontrak ini, maka
developer memiliki posisi yang lemah, terutama bila developer baru
dibayar DP nya saja (setuju ?). Developer sering kali 'diseret' untuk
menangani hal-hal nonteknis diluar tanggung jawab yang semestinya
(diplomatis banget ya !) Misalnya : disuruh edit2 gambar, mengarangkan
deskripsi produk, mengarangkan company profile, atau yang lebih parah
nantinya....developer diminta sering2 datang untuk melakukan
maintenance tanpa dibayar sepeser pun >.<

2. Prototyping

Wah...yang satu ini juga penting. Ternyata klien dan dosen itu berbeda.
Klien itu lebih cerewet daripada dosen (tapi dosen STTS ya cerewet
sih!). Sebaiknya buat dulu prototyping interface nya dulu. Bila sudah
diapprove oleh klien, barulah mengerjakan content programmingnya. Yang
telah saya lakukan adalah suatu kesalahan, membuat programmingnya
menurut persepsi saya sendiri. Akibatnya begitu ditunjukkan, klien
memberikan kritik2 yang menyebabkan perubahan2 disana sini. Bayangkan
bila anda harus mengubah-ubah sebanyak 60 page. Klien dengan enaknya
berkata : "hmmm...saya mau backgroundnya warna cream, fontnya agak
klasik dan kategori search nya bisa dinamis serta bla..bla..bla..." Dan
saya pun berkata : "Baiklah...hix...hix...hix...". Untung sebagian
besar sudah saya CSS, jadi mengubahnya jadi lebih mudah.

3. Jadwal Kerja

Developer bisa bekerja dengan cepat, apalagi lulusan STTS =P Tapi
bagaimana dengan klien ? Klien saya terlalu sibuk untuk diajak
konsultasi. Akibatnya, proyek ini molor berbulan-bulan. Selain itu
kesibukan masing-masing anggota tim juga harus diatur dengan baik.

4. Anggota Tim

Saya bersyukur dengan anggota tim yang saya miliki. Teman saya -Frans
memiliki kemampuan negosiasi yang bagus, sehingga bisa meredam
'kecerewetan' klien dan menawar nilai proyek ke titik yang paling
menguntungkan.

Ya..ya...namanya juga cari uang untuk sesuap nasi. Lagipula segala hal
ada permulaannya bung !

« Home | Next »
| Next »
| Next »
| Next »
| Next »
| Next »
| Next »
| Next »
| Next »
| Next »